Penguatan Pemahaman Mahasiswa Tentang Budaya Sekolah Melalui Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP)

https://doi.org/10.69606/jipm.v2i1.477

Penulis

  • Amniar Ati Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Halu Oleo, Kendari
  • Septianto Aldiansyah Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Halu Oleo, Kendari
  • Fitriyani Saudi Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Halu Oleo, Kendari
  • Nur Hasanah Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Halu Oleo, Kendari
  • Andi Sulia Sudirman Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Halu Oleo, Kendari
  • Rahmawati Nurkarima Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Halu Oleo, Kendari
  • Nurvianti Nurvianti Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Halu Oleo, Kendari
  • Hasni Hasan Jurusan Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo, Kendari

Kata Kunci:

Penguatan, Mahasiswa, Budaya Sekolah, Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP)

Abstrak

Penguatan kompetensi calon guru tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi ajar dan kompetensi pedagogik, tetapi juga oleh kemampuan memahami budaya sekolah sebagai konteks sosial dan kultural tempat proses pembelajaran berlangsung. Oleh karena itu, Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) menjadi salah satu sarana strategis dalam membekali mahasiswa dengan pengalaman langsung untuk memahami dinamika kehidupan sekolah, nilai-nilai yang dianut, serta praktik profesional yang berkembang di lingkungan pendidikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai budaya sekolah melalui Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di SMA Negeri 04 Kendari. Kegiatan dilaksanakan melalui tahap persiapan, pelaksanaan di sekolah, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa; 1) Terjadi peningkatan signifikan pemahaman mahasiswa terhadap aspek artefak budaya sekolah. Skor pemahaman yang semula berada pada kisaran 52%–62% meningkat menjadi 83%–88% setelah pelaksanaan PLP. Peningkatan tertinggi terlihat pada indikator tradisi sekolah yang dilakukan secara konsisten dalam membangun nilai dan norma. 2) Pada aspek nilai dan norma sekolah, skor pemahaman mahasiswa yang semula berada pada kisaran 53%–56% meningkat menjadi 87%–90% setelah pelaksanaan PLP. Peningkatan tertinggi terlihat pada indikator pembiasaan karakter sebagai cerminan nilai yang dianut sekolah. 3) Pada aspek asumsi dasar budaya sekolah, skor pemahaman mahasiswa yang semula berada pada kisaran 48%–51% meningkat secara signifikan menjadi 87%–90% setelah pelaksanaan PLP. Peningkatan tertinggi terlihat pada indikator harapan guru terhadap prestasi siswa. Ke depan, kegiatan PLP perlu terus dikembangkan dengan pendampingan yang lebih intensif dan refleksi terstruktur agar mampu memperdalam pemahaman mahasiswa terhadap konteks sosial, budaya, dan akademik sekolah secara berkelanjutan.

Referensi

Arifandi, A. S. D. (2020). Peran penting budaya dan iklim sekolah dalam proses belajar mengajar. Edukasi: Jurnal Pemikiran Keislaman, 4(1), 11–19.

Aziz, A., Mutmainnah, Saleh, S. F., Wahyuni, A., Fariza, A. A., & Amelia, A. (2022). Pendampingan pemanfaatan lingkungan fisik sekolah untuk penguatan literasi siswa. Jurnal Abdimas Patikala, 2(2), 606–612.

Cohen, J., McCabe, E. M., Michelli, N. M., & Pickeral, T. (2009). School climate: Research, policy, practice, and teacher education. Teachers College Record.

Darling-Hammond, L. (2006). Powerful teacher education. Jossey-Bass.

Deal, T. E., & Peterson, K. D. (2016). Shaping school culture. Jossey-Bass.

Hidayanti, E. R., & Triwiyanto, T. (2023). Manajemen pengelolaan kelas dalam rangka membentuk akuntabilitas individual peserta didik. Jurnal Dinamika Manajemen Pendidikan (JDMP), 7(2), 121–128.

Idola, S., Sano, A., & Khairani. (2016). Hubungan antara persepsi siswa tentang keadaan lingkungan fisik sekolah dengan motivasi belajar. Jurnal Pendidikan Indonesia, 2(2), 30–34.

Maryamah, E. (2016). Pengembangan budaya sekolah. Jurnal Tarbawi, 2(2), 86–96.

Schein, E. H. (2010). Organizational culture and leadership (4th ed.). Jossey-Bass.

Schön, D. A. (1983). The reflective practitioner. Basic Books.

Diterbitkan

2026-06-15

Cara Mengutip

Ati, A., Aldiansyah, S., Saudi, F., Hasanah, N., Sudirman, A. S., Nurkarima, R., Nurvianti, N., & Hasan, H. (2026). Penguatan Pemahaman Mahasiswa Tentang Budaya Sekolah Melalui Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP). Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin, 2(1), 11–26. https://doi.org/10.69606/jipm.v2i1.477

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama