Pelaksanaan Tradisi Pakande-kandea Berbasis Festival pada Masyarakat Tolandona
Kata Kunci:
Pakande-kandea, Festival, Pelestarian Budaya, Masyarakat TolandonaAbstrak
Pelaksanaan Tradisi pakande-kandea dalam bentuk festival oleh masyarakat Tolandona, kecamatan Sangia Wambulu, kabupaten Buton Tengah, merupakan wujud inovasi budaya yang ditujukan untuk melestarikan sekaligus membangkitkan kembali nilai-nilai luhur melalui pendekatan yang lebih menarik dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) menggambarkan pelaksanaan tradisi pakande-kandea di kalangan masyarakat Tolandona, 2) menjelaskan kesinambungan pelaksanaan festival tradisi pakande-kandea, dan 3) mengidentifikasi dampak yang ditimbulkan dari penyelenggaraan festival tradisi tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini menggali elemen-elemen utama dalam festival yang mampu mendorong keterlibatan masyarakat maupun wisatawan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta telaah terhadap berbagai sumber informasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: 1) pelaksanaan tradisi pakande-kandea terdiri dari tiga tahapan, yakni tahap persiapan, tahap pelaksanaan inti, dan tahap penutupan; 2) dalam konteks keberlanjutan sosial dan budaya, transformasi tradisi pakande-kandea menjadi festival seni dan budaya merupakan strategi penting yang mencerminkan upaya revitalisasi berbasis komunitas. Festival ini tidak hanya berfungsi sebagai acara seremonial, tetapi juga menjadi ruang partisipatif dan edukatif yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat dari berbagai kelompok usia dan sosial; 3) penyelenggaraan festival tradisi pakande-kandea membawa dampak pada aspek sosial budaya, ekonomi, serta proses pelestarian dan penguatan kembali nilai-nilai luhur.
Referensi
Damanik, J. (2016). Pariwisata Indonesia: Antara Peluang dan Tantangan. Pustaka Pelajar.
Geertz, C. (1973). The Interpretation of Cultures: Selected Essays. Basic Book.
Hasan, M. A., Mokalu, B., & Lumintang, J. (2022). Peran Tokoh Adat Dalam Melestarikan Nilai Budaya Pekande-Kandea Di Kelurahan Tolandona Kecamatan Sangia Wambulu Kabupaten Buton Tengah. Jurnal Ilmiah Society, 2 (1), 1–11
Hermawan, H., Brahmanto, E., & Hamzah, F. (2020). Pengantar Manajemen Hospitality. Penerbit NEM.
Hindaryatiningsih, N. (2016). Model Proses Pewarisan Nilai-Nilai Budaya Lokal Dalam Tradisi Masyarakat Buton. Sosiohumaniora, 18 (2), 108–115.
Iriani, A. M. (2015). Festival Attraction Siak Sri Indrapura District. Jom Fisip 2 (2). 1-13.
Kausar, D., & Gunawan, M. P. (2017). Managing heritage tourism in Toraja: Challenges and strategies. Journal of Indonesian Tourism and Development Studies, 5 (1), 1–8.
Lincoln, Y. S. & Guba, E. G. (1985). Naturalistic Inquiry. Beverly Hills. CA: Sage.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook (Kedua). SAGE Publications.
Sedyawati, E. (2014). Kebudayaan Nusantara: Dari Keris, Tor-tor, sampai Industri Budaya. Komunitas Bambu.
Winarno, B. (2008). Globalisasi Peluang atau Ancaman bagi Indonesia. Penerbit Erlangga.
Yoeti, O. A. (2013). Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata. Jakarta: Balai Pustaka. Balai Pustaka.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Hak Cipta (c) 2025 Hasni Hasan

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



