Penguatan Pemahaman Wawasan Nusantara Siswa Melalui Pemanfaatan Media Peta Indonesia di SD Negeri 1 Woitombo
Kata Kunci:
Pemahaman , Wawasan Nusantara, Media Peta, Siswa Sekolah DasarAbstrak
Pemahaman konsep Wawasan Nusantara pada siswa sekolah dasar memerlukan pendekatan pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik perkembangan peserta didik. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah pemanfaatan media peta Indonesia sebagai sarana visual yang membantu siswa memahami kondisi geografis dan keragaman wilayah Indonesia secara lebih konkret. Penggunaan media tersebut diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran yang lebih interaktif dan bermakna. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai Wawasan Nusantara melalui pemanfaatan media peta Indonesia sebagai sarana pembelajaran di SD Negeri 1 Woitombo, Kabupaten Kolaka Timur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan menggunakan metode pembelajaran partisipatif dengan pendekatan kontekstual yang melibatkan 20 siswa kelas V dan VI SD Negeri 1 Woitombo. Pelaksanaan kegiatan terdiri atas tiga tahapan, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Evaluasi efektivitas program menunjukkan bahwa pemanfaatan media peta Indonesia mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai Wawasan Nusantara. Evaluasi efektivitas program menunjukkan bahwa pemanfaatan media peta Indonesia berhasil meningkatkan pemahaman siswa tentang Wawasan Nusantara. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata dari 63,55 pada pre-test menjadi 77,15 pada post-test dengan N-Gain sebesar 0,37 (kategori sedang). Selain itu, terjadi penurunan jumlah siswa pada kategori pemahaman rendah dan peningkatan pada kategori tinggi. Respons siswa yang positif juga menunjukkan bahwa program diterima dengan baik dan mendukung keterlibatan peserta dalam pembelajaran. Temuan ini mengindikasikan bahwa program telah berjalan secara efektif dalam mencapai tujuan yang ditetapkan. Keberlanjutan penggunaan media peta Indonesia dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar perlu terus didorong sebagai upaya mendukung pemahaman siswa tentang wilayah Indonesia dan memperkuat wawasan nusantara melalui pembelajaran yang kontekstual dan bermakna.
Referensi
Aber, S. E. W., & Aber, J. W. (2017). Spatial Thinking and Geo-Literacy. In Map Librarianship (pp. 17–52). Elsevier. https://doi.org/10.1016/B978-0-08-100021-2.00002-X
Al-Muchtar, S. (1991). Pengembangan kemampuan berpikir dan nilai dalam pembelajaran IPS. Bandung: PPS IKIP Bandung.
Arikunto, S. (2013). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi 2). Jakarta: Bumi Aksara. ISBN 978-602-217-257-4.
Arsyad, A. (2017). Media pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Azizah, V. S. N. (2022). Pengaruh Model Role Playing Berbantuan Media Gambar Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VI SD N Sluke (Doctoral dissertation, Universitas Ngudi Waluyo).
Badan Informasi Geospasial. (2018). Jumlah pulau di Indonesia. Bogor: BIG.
Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP). (2024). Keputusan Kepala BSKAP Nomor 032/H/KR/2024 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah pada Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kemendikbudristek RI.
Bednarz, R. S., & Lee, J. (2011). The components of spatial thinking: Empirical evidence. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 21, 103–107. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2011.07.048
Catling, S. (2014). Pre-Service Primary Teachers’ Knowledge and Understanding of Geography and Its Teaching: A Review. S. J., 4(3).
Fariza, A., Pratama, A., Simamora, E. C., Lumban Gaol, S. I., Mirzah, N., Siregar, N. S., & Hasibuan, A. U. H. (2025). Krisis pemahaman geografi di sekolah dasar: Studi literatur tentang dampak gaya mengajar konvensional dan solusi inovatif pembelajaran. Jurnal Intelek dan Cendikiawan Nusantara, 2(4).
Hake, R. R. (1998). Interactive-engagement versus traditional methods: A six-thousand-student survey of mechanics test data for introductory physics courses. American Journal of Physics, 66(1), 64–74. https://doi.org/10.1119/1.18809
Hasanah, N., Nurvianti, N., Irsan, L. M., & Daud, L. O. R. (2025). Edukasi Interpretasi Data Geospasial untuk Meningkatkan Literasi Spasial Siswa MAN 1 Konawe Selatan. Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin, 1(1), 24–36. https://doi.org/10.69606/jipm.v1i1.247
Jo, I., & Bednarz, S. W. (2009). Evaluating Geography Textbook Questions from a Spatial Perspective: Using Concepts of Space, Tools of Representation, and Cognitive Processes to Evaluate Spatiality. Journal of Geography, 108(1), 4–13. https://doi.org/10.1080/00221340902758401
Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. (2020). Potensi sumber daya kelautan dan perikanan Indonesia. Jakarta: KKP RI.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2024). Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Nomor 032/H/KR/2024 tentang capaian pembelajaran pada pendidikan anak usia dini, jenjang pendidikan dasar, dan jenjang pendidikan menengah pada Kurikulum Merdeka. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Paulina, C., Rokmanah, S., & Syachruroji, A. (2023). Efektivitas Penggunaan Model Game Based Learning dalam Pembelajaran Matematika di SD. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(3), 31348-31354.
Prasetyo, D. (2020). Tantangan pembelajaran IPS di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan IPS, 12(1), 33–41.
Rusman. (2017). Belajar & Pembelajaran: Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Kencana.
Sudjana, N., & Rivai, A. (2011). Media Pengajaran: Penggunaan dan Pembuatannya (Cetakan ke-10). Bandung: Sinar Baru Algensindo. ISBN 978-979-670-156-8.
Sundari, N. (2008). Pemanfaatan Media Peta Dalam Upaya Meningkatkan Pembelajaran Pengetahuan Sosial Di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar. No. 10, 3.
Umek, M. (2003). A Comparison of the Effectiveness of Drawing Maps and Reading Maps in Beginning Map Teaching. International Research in Geographical and Environmental Education, 12(1), 18–31. https://doi.org/10.1080/10382040308667510
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Hak Cipta (c) 2026 Nur Hasanah, Laode Muhamad Irsan, Tahir Tahir, Septianto Aldiansyah, Nurvianti Nurvianti

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



