Analisis Faktor Penyebab Kemiskinan: Studi Kasus Nelayan Tradisional di Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate
DOI:
https://doi.org/10.69606/geography.v2i1.74Keywords:
poverty factors, traditional fishermen, poverty alleviation programsAbstract
The problem of poverty is a tough homework assignment for the Indonesian government. The poverty rate is something that is always highlighted every year. This study aims to analyze the factors that cause poverty, the characteristics of poverty, and the programs used to reduce poverty in traditional fishing communities living in Barombong Village. This research uses descriptive methods and analyzes data both obtained directly (primary data) and existing data (secondary data). The results showed the following: Factors that cause poverty in traditional fishermen in Barombong Village include six aspects, namely the quality of human resources, alternative employment, limited business capital, technology used, institutional factors, and consumptive behavior of fishermen. The poverty experienced by traditional fishermen in Barombong Village can be described in the form of natural poverty and cultural poverty. Programs to overcome the poverty of fishermen in Barombong Village focused on meeting basic needs, access to basic services, and fishing equipment.
References
Adiana, P. P. E., & Karmini, N. L. (2012). Pengaruh Pendapatan, Jumlah Anggota Keluarga dan Tingkat Pendidikan Terhadap Pola Konsumsi Rumah Tangga Miskin di Kecamatan Gianyar, Jurnal Ekonomi. Universitas Udayana. Bali.
Agunggunanto, E. Y. (2011). Analisis Kemiskinan dan Pendapatan Keluarga Nelayan Kasus di Kecamatan Wedung Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Indonesia. Jurnal Dinamika Ekonomi Pembangunan, 1(1), 50-58. https://doi.org/10.14710/jdep.1.1.50-58
Badan Pusat Statistik. (2022a). Indonesia dalam Angka Tahun 2022. Makassar: Badan Pusat Statistika.
Badan Pusat Statistik. (2022b). Sulawesi Selatan dalam Angka Tahun 2022. Makassar: Badan Pusat Statistika.
Badan Pusat Statistik. (2023). Kemiskinan dan Ketimpangan. Diakses 29 November 2023, dari https://www.bps.go.id/subject/23/kemiskinan-dan-ketimpangan.html.
Fahmi, I. (2012). Strategi Pengentasan Kemiskinan Nelayan Tradisional. Perspektif, 1(2), 124-128.
Hamdani, H., & Wulandari, K. (2017). Faktor Penyebab Kemiskinan Nelayan Tradisional. Electronical Journal of Social and Political Sciences (E-SOSPOL), 3(1), 62-67. Retrieved from https://jurnal.unej.ac.id/index.php/E-SOS/article/view/5686
Jhingan, M.L., (1983). The Economics of Development and Planning, Vicas Publishing House Ltd : New Delhi.
Juliasty, S. (2009). Cerdas Mendapatkan dan Mengelola Modal Usaha. Jakarta: PT Balai Pustaka (Persero).
Kaliongga, G. F., Muelyono, M., & Adda, W. H. (2017). Analisis Pola Kemiskinan Masyarakat Nelayan di Kelurahan Bantaya. Katalogis, 5(9), 132-138.
Kurniawati, A., Gunawan, B. T., & Indrasari, D. P. R. (2017). Dampak upah minimum terhadap kemiskinan di Indonesia tahun 2006-2014. Jurnal Riset Ekonomi dan Manajemen, 17(2), 233-252. http://dx.doi.org/10.17970/jrem.17.170207.ID
Mudrajad, K. (2006). Ekonomika Pembangunan Teori. Masalah, dan Kebijakan. Yogyakarta: Unit Penerbit dan Percetakan (UPP) STIM YKPN d/h AMP YKPN.
Rahim, A., & Hastuti, D. R. D. (2016). Determinan Pendapatan Nelayan Tangkap Tradisional Wilayah Pesisir Barat Kabupaten Barru. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 11(1), 75-88. http://dx.doi.org/10.15578/jsekp.v11i1.3173
Rizayani, S., Syaharuddin, S., Handy, M. R. N., Abbas, E. W., & Jumriani, J. (2022). Kebijakan Pengentasan Kemiskinan melalui Program Keluarga Harapan di Kota Banjarbaru. PAKIS (Publikasi Berkala Pendidikan Ilmu Sosial), 2(1), Article 1. https://doi.org/10.20527/pakis.v2i1.5209
Sari, J. M., & Harudu, L. (2018). Persepsi Masyarakat Nelayan Pesisir Tentang Pentingnya Pendidikan Formal Di Desa Latawe Kecamatan Napano Kusambi Kabupaten Muna Barat. Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi, 3(4), 1-16. http://dx.doi.org/10.36709/jppg.v3i4.4820
Sudarso. (2008). Tekanan Kemiskinan Struktural Komunitas Nelayan Tradisional di Perkotaan. FISIP. Universitas Airlangga. Surabaya.
Suryaningsi, T. (2017). Kemiskinan Masyarakat Nelayan di Desa Aeng Batu-Batu Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan. Jurnal Handep, 1(1), 49-62. https://doi.org/10.33652/handep.v1i1.8
Suyanto, B. (2001). Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat Miskin. Masyarakat, Kebudayaan dan Politik, 14(4), 25-42.
Syahwier, C. A. (2016). Ironi Kemiskinan di Jabar. Pikiran Rakyat.
Syahputra, S., Kusai, K., & Ramli, M. (2015). Persepsi Nelayan Suku Laut terhadap Pendidikan untuk Masa Depan Anak di Desa Kuala Patah Parang Kecamatan Sungai Batang Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau (Skripsi, [Riau]: Riau University).
Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2020). Economic development (13th edition.). London: Pearson UK.
Yuswanto, R. (2019). Strategi Pengelolaan Keuangan Nelayan di Pesisir Payangan Desa Sumberejo Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember (Skripsi, [Jember]: Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember).
Yos, M. (2008). Pengaruh Pendidikan, Upah Minimum Kabupaten, dan Kesempatan Kerja terhadap Pengangguran Terdidik di Kabupaten Semarang. (Skripsi, [Semarang]: Universitas Diponegoro).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Glory Mei Sanada Silalahi, Maddatuang, Rahma Musyawarah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



