Edukasi Interpretasi Data Geospasial untuk Meningkatkan Literasi Spasial Siswa MAN 1 Konawe Selatan
Kata Kunci:
Edukasi, Data Geospasial, Literasi SpasialAbstrak
Perkembangan teknologi informasi telah membawa data geospasial menjadi bagian penting dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam pembelajaran geografi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi spasial siswa melalui pengenalan dan pelatihan interpretasi data geospasial di MAN 1 Konawe Selatan. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research, yang melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar berbasis interpretasi citra dan identifikasi unsur-unsur visual dalam data spasial. Kegiatan ini terdiri dari survei awal, penyusunan modul, pelatihan interpretasi citra, dan evaluasi pascapelatihan. Hasil menunjukkan bahwa 83,33% siswa memahami unsur-unsur interpretasi citra secara teori dan mampu mengaplikasikannya dalam interpretasi visual. Sebanyak 16,67% lainnya memahami teori dan mulai mampu mengenali objek secara visual. Tidak ada siswa yang tidak memahami materi setelah pelatihan. Hasil angket juga menunjukkan respon positif dari siswa terhadap manfaat data geospasial dalam meningkatkan pemahaman geografi, ketertarikan belajar, dan kemampuan berpikir spasial. Kegiatan ini terbukti efektif dalam memperkuat literasi spasial dan mendorong pembelajaran geografi yang aplikatif dan kontekstual.
Referensi
Alfharizi, M. F., Anwar, S., Susetyo, B. B., Desni. (2024). Persepsi Peserta Didik terhadap Aplikasi Teknologi Geospasial Pada Pembelajaran Geografi Kelas X Fase E MAN 1 Bukittinggi. Edu Geography, 12 (1), 121-136. DOI: 10.15294/edugeo.v11i2.69710
Bednarz, S. W., & Kemp, K. K. (2011). Understanding and nurturing spatial literacy. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 21, 18–23. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2011.07.002
Harudu, L. (2024). Pelatihan Sistem Informasi Geografi Untuk Meningkatkan Kualifikasi Guru Geografi di SMA/MA Sekota Kendari.
Kemmis, S., & Mctaggart, R. (1988). The Action Research Planner. Deakin University Press.
Klinkenberg, B. (2007). Forum: Geospatial Technologies and the Geographies of Hope and Fear. Annals of the Association of American Geographers, 97 (2), 350–360
Lane, D., Lynch, R., & Mcgarr, O. (2018). Problematizing spatial literacy within the school curriculum. International Journal of Technology and Design Education, 1-16. https://doi.org/10.1007/S10798-018-9467-Y.
Lestari, W. (2009). Pemanfaatan Citra Ikonos Untuk Pendataan Objek Pajak Bumi dan Bangunan Di Kecamatan Jebres Kota Surakarta. Surakarta: USM
Norton, E., Li, Y., Mason, L. R., & Washington‑Allen, R. A. (2019). Assessing the impact of a geospatial data collection app on student engagement in environmental education. Education Sciences, 9 (2), 118. https://doi.org/10.3390/educsci9020118
Palmer-Moloney, L. J., & Bloom, E. (2001). The Classroom as the Field for Studying Geographical Education. Geographical Review, 91 (4), 641. https://doi.org/10.2307/3594723.
Soenarmo, S. H. (2009). Penginderaan Jauh dan Pengenalan Sistem Informasi Geografis untuk Bidang Ilmu Kebumian. Bandung: ITB.
Syamsunardi., Ikhwana, N., & Syam, N. (2024). Studi Pustaka Tentang Peran 10 Konsep Geografi Dalam Meningkatkan Literasi Spasial Peserta Didik. Knowledge: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan, 4 (4), 173-178.
Zhang, J., Wang, Z., Antwi, C.O., Liang, X., & Ge, J. (2022). Geospatial Thinking and Sense of Place: The Mediating Role of Creativity. Sustainability, 15 (1), 523. https://doi.org/10.3390/su15010523
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Hak Cipta (c) 2025 Nur Hasanah, Nurvianti Nurvianti, Laode Muhamad Irsan, La Ode Rahman Daud

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



